Bab
33.
BLOG NURLAELI UMAR- Perempuan
di depannya masih menunduk. Tuan X menghentikan tawanya. Dia sekarang terlihat
mengangguk-angguk.
‘’Kau
butuh uang sekarang, secepatnya..’’
Kepala
perempuan itu masih tertunduk. Dia pasti membenarkan apa yang dikatakan Tuan X,
apa yang dikatakan Tuan X tidak ada yang salah. Dengan nominal seperti itu,
berapa lama dia akan mengumpulkan dan berapa banyak laki-laki yang mesti
dilayani? Sementara uang itu mesti secepatnya dibayarkan.
Lebih
tepatnya uang untuk membayar hutang kepada tetangga kanan kiri yang kemarin
dihutangi untuk membayar mobil sewa untuk mebawa anaknya ke rumah sakit, uang
kontrakan yang menunggak, dan uang yang dipinjam untuk makan plus ongkos
bolak-balik ke rumah sakait. Belum lagi menebus obat yang ternyata tidak ada di
apotek rumah sakit, karena kehabisan persediaan.
‘’Anggap saja uang yang kuberikan itu sebagai
pembayaran di muka. Setelah hari ini, pekerjaanmu tidak dibayar, sampai lunas
sesuai dengan nominal yang seharusnya kamu terima. Hanya saja berarti kamu akan
tidak dibayar dalam waktu yang lama, karena kurasa nominal yang kamu butuhkan
tidak sedikit.’’
Perempuan
itu mengangguk. Dia mnyebutkan nominal uang yang dibutuhkan, anak satu-satunya
sedang masuk rumah sakit karena thypus. Sementara itu sepiring nasi goreng,
segelas jus jeruk dan dua batang rokok datang ke meja Tuan X.
Tuan
X mengeluarkan sejumlah uang yang dibutuhkan perempuan itu. Perempuan itu
menerima uang itu dan menghitungnya. Dia memasukkan uang itu ke dalam tas
murahannya.
‘’Makanlah,
Soal uang, setengahnya anggap lunas, Itu pemberianku sebagai tanda empati.
Kali ini jangan menolak. Kau berhak mendapat bantuan. Jangan keras kepala!’’
Perempuan
pelacur itu mengangguk, berkali-kali dia mengucapkan terima kasih. Tuan C mengangkat
tangannya menberi tahu agar perempuan pelacur itu menghentikan tingkahnya. Perempuan
itu mengangguk dan sekarang dia tengah makan pesanannya.
‘’Tuan.
Tuan ingat laki-laki yang menemui Anda dengan rambut warna ungu?’’
“Hmmm,
lanjutkan!”’’
‘’Setelah
kemarin menemui Anda dia perdi dari hotel ini dengan mobil lain. Iya, mobil
berwarna putih dan dan di dalamnya ada perempuan muda cantik. Maaf, aku
melaporkan, karena tidak biasanya. Perempuan itu kurasa sama sepertiku, pelacur
juga, hanya saja dia berkelas.’’
‘’Terima
kasih infonya. Terus apa yang ingin kau berutahu dengan itu?’’
‘’Apa
itu tidak berbahaya untuk Anda? Bukankah dia biasanya datang sendiri dan pulang
dengan mobil yang sama dengan ketika datang menemui Anda?’’
Image; https://id.pinterest.com/pin/679128818832051395/
Komentar
Posting Komentar