MONSTER PEMBUNUH (bab 33)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/679128818832051395/

Bab 33.

BLOG NURLAELI UMAR- Perempuan di depannya masih menunduk. Tuan X menghentikan tawanya. Dia sekarang terlihat mengangguk-angguk.

‘’Kau butuh uang sekarang, secepatnya..’’

Kepala perempuan itu masih tertunduk. Dia pasti membenarkan apa yang dikatakan Tuan X, apa yang dikatakan Tuan X tidak ada yang salah. Dengan nominal seperti itu, berapa lama dia akan mengumpulkan dan berapa banyak laki-laki yang mesti dilayani? Sementara uang itu mesti secepatnya dibayarkan.

Lebih tepatnya uang untuk membayar hutang kepada tetangga kanan kiri yang kemarin dihutangi untuk membayar mobil sewa untuk mebawa anaknya ke rumah sakit, uang kontrakan yang menunggak, dan uang yang dipinjam untuk makan plus ongkos bolak-balik ke rumah sakait. Belum lagi menebus obat yang ternyata tidak ada di apotek rumah sakit, karena kehabisan persediaan.

 ‘’Anggap saja uang yang kuberikan itu sebagai pembayaran di muka. Setelah hari ini, pekerjaanmu tidak dibayar, sampai lunas sesuai dengan nominal yang seharusnya kamu terima. Hanya saja berarti kamu akan tidak dibayar dalam waktu yang lama, karena kurasa nominal yang kamu butuhkan tidak sedikit.’’

Perempuan itu mengangguk. Dia mnyebutkan nominal uang yang dibutuhkan, anak satu-satunya sedang masuk rumah sakit karena thypus. Sementara itu sepiring nasi goreng, segelas jus jeruk dan dua batang rokok datang ke meja Tuan X.



Tuan X mengeluarkan sejumlah uang yang dibutuhkan perempuan itu. Perempuan itu menerima uang itu dan menghitungnya. Dia memasukkan uang itu ke dalam tas murahannya.

‘’Makanlah, Soal uang, setengahnya anggap lunas, Itu pemberianku sebagai tanda empati. Kali ini jangan menolak. Kau berhak mendapat bantuan. Jangan keras kepala!’’

Perempuan pelacur itu mengangguk, berkali-kali dia mengucapkan terima kasih. Tuan C mengangkat tangannya menberi tahu agar perempuan pelacur itu menghentikan tingkahnya. Perempuan itu mengangguk dan sekarang dia tengah makan pesanannya.

‘’Tuan. Tuan ingat laki-laki yang menemui Anda dengan rambut warna ungu?’’

“Hmmm, lanjutkan!”’’

‘’Setelah kemarin menemui Anda dia perdi dari hotel ini dengan mobil lain. Iya, mobil berwarna putih dan dan di dalamnya ada perempuan muda cantik. Maaf, aku melaporkan, karena tidak biasanya. Perempuan itu kurasa sama sepertiku, pelacur juga, hanya saja dia berkelas.’

‘’Terima kasih infonya. Terus apa yang ingin kau berutahu dengan itu?’’

‘’Apa itu tidak berbahaya untuk Anda? Bukankah dia biasanya datang sendiri dan pulang dengan mobil yang sama dengan ketika datang menemui Anda?’’

Image; https://id.pinterest.com/pin/679128818832051395/

Komentar