MONSTER PEMBUNUH (bab 36)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/393572454953322868/

BLOG NURLAELI UMAR- S datang ke florist milik A. Dia memakai celana blue jeans skinny, dan kaus longgar berwarna merah marun. Kontras sekali dengan kulit warnanya yang putih pucat. Rambutnya dikuncir sebagian, Yang dikuncir berwarna hitam, sedangkan yang digerai di bawah berwarna emas. Dia tampak cantik dan elegant. Sepatunya yang berhak tinggi menambah cantik penampilannya.

Dia masuk dan saat ini sedang berbicara di depan stand customer service. Sepertinya ada yng sedang dia tanyakan. Tampak pegawai A mengangguk-angguk dan sesekali melihat kea rah computer.

A yang keluar dari ruangan kantornya mendekat ke stand customer service. A terlihat diam dan memantau. Sampai akhirnya, ketika S menoleh, A dan S saling menunjuk dan tersenyum.

‘’Ah, aku lupa ini toko milikmu.’’

‘’Iyakah, bagaimana kabarmu? Ada yang bisa kami bantu? Atau bagaimana kalau kita minum di ruanganku?’’

S mengangguk setuju. Mereka berdua tamoak berjalan menuju ruangan A.

‘’Masuklah!’’

S mengangguk dan masuk ke dalam ruangan kerja A.

‘’Ruanganmu nyaman,’’ kata S sambil duduk, karena A mengulurkan tangan mempersilakan S duduk.

‘’Apakah akau harus menganggap ini seperti kantorku sendiri?’’ tanya S berseloroh.

‘’Tentu saja, tidak, ini kantorku tetap milikku.’’

‘’Bagaimana kabarmu?’’ tanya A yang akhirnya duduk berhadapan dengan S di sofa ruangan kerja A.

‘’Biasa saja, baik dan tidak baik, bukankan sama saja. Kau tidak pernah terlihat di bar bersama R, kau benar-benar tidak menyukai dunia malam lagi?’’

A tersenyum. ‘’Aku hanya terlalu sibuk, kau tahu banyak mulut yang mesti makan dan menggantungkan hidupnya kepadaku.’’

‘’Tentu saja aku tahu itu. Apa kau sudah ebnar-benar sembuh dari trauma kematian L?’’

‘’Bisakah kita tidak mebahas itu? Aku malas.’’

‘’Bagimana dengan O? Apakah kau tertarik membahasnya?’’

‘’O itu sahabatmu, bukan? Bagaimana mungkin aku membahas seseorang dengan sabahatnya?’’



Komentar