Image; https://id.pinterest.com/pin/393572454953322868/
BLOG NURLAELI UMAR- S
datang ke florist milik A. Dia memakai celana blue jeans skinny, dan kaus
longgar berwarna merah marun. Kontras sekali dengan kulit warnanya yang putih
pucat. Rambutnya dikuncir sebagian, Yang dikuncir berwarna hitam, sedangkan
yang digerai di bawah berwarna emas. Dia tampak cantik dan elegant. Sepatunya
yang berhak tinggi menambah cantik penampilannya.
Dia
masuk dan saat ini sedang berbicara di depan stand customer service. Sepertinya
ada yng sedang dia tanyakan. Tampak pegawai A mengangguk-angguk dan sesekali
melihat kea rah computer.
A
yang keluar dari ruangan kantornya mendekat ke stand customer service. A
terlihat diam dan memantau. Sampai akhirnya, ketika S menoleh, A dan S saling
menunjuk dan tersenyum.
‘’Ah,
aku lupa ini toko milikmu.’’
‘’Iyakah,
bagaimana kabarmu? Ada yang bisa kami bantu? Atau bagaimana kalau kita minum di
ruanganku?’’
S
mengangguk setuju. Mereka berdua tamoak berjalan menuju ruangan A.
‘’Masuklah!’’
S
mengangguk dan masuk ke dalam ruangan kerja A.
‘’Ruanganmu
nyaman,’’ kata S sambil duduk, karena A mengulurkan tangan mempersilakan S
duduk.
‘’Apakah
akau harus menganggap ini seperti kantorku sendiri?’’ tanya S berseloroh.
‘’Tentu
saja, tidak, ini kantorku tetap milikku.’’
‘’Bagaimana
kabarmu?’’ tanya A yang akhirnya duduk berhadapan dengan S di sofa ruangan
kerja A.
‘’Biasa
saja, baik dan tidak baik, bukankan sama saja. Kau tidak pernah terlihat di bar
bersama R, kau benar-benar tidak menyukai dunia malam lagi?’’
A
tersenyum. ‘’Aku hanya terlalu sibuk, kau tahu banyak mulut yang mesti makan
dan menggantungkan hidupnya kepadaku.’’
‘’Tentu
saja aku tahu itu. Apa kau sudah ebnar-benar sembuh dari trauma kematian L?’’
‘’Bisakah
kita tidak mebahas itu? Aku malas.’’
‘’Bagimana
dengan O? Apakah kau tertarik membahasnya?’’
‘’O
itu sahabatmu, bukan? Bagaimana mungkin aku membahas seseorang dengan
sabahatnya?’’
Komentar
Posting Komentar