Image; https://id.pinterest.com/pin/127156389477031141/
Bab
37.
BLOG NURLAELI UMAR- S
tertawa. Seseorang mengetuk pintu dan A bangun untuku membukakan pintu. Dua
orang datang membawa tiga minuman dan dua buah piring
dengan makanan di atas nampan yang dibawanya.
‘’Tiga
gelas? Apa kau akan memanggil tunanganmu ke sini di jam kerja begini? Ups, aku
lupa kalian itu pemilik perusahaan.’’
‘’Tunggu
sebentar.’’
A
mengambil handphone yang ada di sakunya. Dia menekan angka, dan sebentar
kemudian terhubung dengan seseorang.
‘’Halo!’’
Speaker
dinyalakan, terdengar suara perempuan di seberang sana yang tengah berbicara
dengan A.
‘’Halo!
Ada apa? Bukankah sudah kukirim semua rancangannya? Apa ada yang terlewat atau
revisi?’’
‘’Iya,
revisi, cepat kemari.’’
‘’Baiklah.
Aku akan berbicara dengan orang-orangku dulu. Jangan ke mana-mana!’’
‘’Kutunggu,
tidak sampai jam makan siang, Ingat itu!’’
Terdengar
tawa renyah, dan kemudian sambungan telepon berakhir.
‘’Siapa
dia? Alu datang hanya untuk melihat-lihat dan memesan bunga di toko bungamu
ini. Aku sebenarnya punya toko langganana, tetapi temanku bersikeras
menyarankan setengah memaksa agar aku datang ke sini.’’
‘’Apa
yang bisa kubantu’’
S
mengatakan kalau salah satu temannya akan menikah, dia membutuhkan banyak
bunga, kali ini memang menggunakan jasa penata bunga satu paket dengan semua
dekorasi dan semua yang berhubungan dengan pesta, tetapi temannya ini
mengatakan ingin memakai bunga dari toko A, karena banyak yang mengatakan
bunganya bagus dan segar. Banyak pilihan dan tidak mengecewakan dari pelayanan
dan harganya.
‘’Baiklah,
tapi sejujurnya bunga dari tokoku itu mahal. Karena, kau banyak uang aku dengan
senang hati melayani.’’
Keduanya
tertawa. Seseorang yang dipanggil A melalui telepon kantor datang. Dia masuk
dan menjelaskan tentang penawaran dan pilihan bunga dengan menjelaskan tampilan
yag diputar melalui proyektor.
S
tampak antusias, dia terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya. “Semua bagus. Aku
sebenarnya mau semuanya. Tapi…’’
‘’Tapi,
bagaimana?’’
‘’Tentu
saja aku harus memilih.’’
S
meminta diulang pemutaran pilihan bunga yang ditawarkan oleh florist A. A
menyuruh pegawainya melakukan keinginan S. S terlihat mantap, akhirnya memilih
mana saja yang dia inginkan.
Komentar
Posting Komentar