Bab 30
BLOG NURLAELI UMAR- Dua
nampan makanan dan minuman yang berbeda satu sama lain. Supir pribadi A memesan
kopi hitam tanpa gula, sedangkan A lebih memilih kopi susu dengan rasa yang
ringan. A memilih beberapa pastry, sementara supir A haanya memesan dua hot
dog.
Mereka berdua sibuk masing-masing, meski tetap saja supir A berjaga menjadi pengawal pribadi A. Kualifikasi pemilihan supir pribadi yang diakukan M atas permintaan A memang orang terpilih. Tentu saja M meminta rekomendasi dari J kekasihnya.
Setelah
menikmati tiga sesapan minumannya A menelpon seseorang.
‘’Halo,
selamat pagi! Aku menunggu di bawah. Kau tahu restoran ini, coffee shop ni,
bukan? Lantai tiga.’’
Sepertinya
seseorang yang ditelepon A sedikit kaget dan tergesa, karena A bersikap sangat
santai dan sedikit terlihat dingin.
Tidak
berapa lama berselang R sudah ada di pintu masuk coffee shop. Dia mendekat ke
meja A, mereka saling berpelukan. Ada yang berbeda dengan pelukan A kali ini,
terlihat dingin dan singkat.
‘’Kau
ingin memesan apa lagi? Aku akan memesan minuman.’’
A
menggeleng. ‘’Ini cukup, aku bahkan tidak bisa menghabiskannya. Tapi, aku tidak
mungkin memesan satu buah makanan saja, bukan?’’
R
mengangguk. Dia mengangkat dua jari tanngan kanananya, dalam sekejap pramusaji
coffee shop mendekat. ‘’Aku memesan kopi saja, espresso, tanpa makanan.’’
Pramusaji
mengangguk dan kembali dalam hitungan menit. Selama menunggu, A tetap sibuk
menikmati minuman dan makanannya perlahan. ‘
‘’Ada
apa datang tanpa pemberitahuan, tiba-tiba sudah di sini. Apa ada klien yang
baru kau temui, lalu kau rindu padaku? Kenapa tidak naik ke kantor atau roomku?
Kau kenapa?’’
‘’Minum
kopimu dulu, baru kita bicara.’’
Komentar
Posting Komentar