MONSTER PEMBUNUH (bab 31)

 


Image; https://id.pinterest.com/pin/47076758594095770/

Bab 31

BLOG NURLAELI UMAR- ‘’Ada apa, Sayang? Kau masih trauma dengan kejadian kemarin. Sampai supirmu kau ajak makan juga? Maafkan aku. Apa kau berpikir aku yang melakukannya? Aku menunggumu menelpon. Kau tahu aku sengaja tidak menelponmu, karena kupikir kau butuh waktu sendiri. Dan, aku tidak datang ke rumahmu, juga dengan alasan yang sama.’’

A menggeleng. ‘’Tadi pagi aku melihat kejadian yang sama. Apa kau tidak menonton televisi? Iya, kejadian itu semalam. Berarti ada otang yang bermain-main dengan kita. Maksudku, orang itu random melakukan aksinya. Mereka korban juga sepasang kekasih.’’

‘’Dua mobil dengan berondongan peluru?’’

A mengangguk membenarkan.

‘’Jujur, aku sempat berpikir kemarin itu ulahmu. Mobilku hancur. Untung aku masih punya beberapa yang lain. Bayangkan andai mobilku cuma satu, belum lagi kalau aku yang mati.’’

R mengangguk. ‘Aku pun sempat berpikir kalau itu adalah ulahmu karena kesal dengan kelakuanku yang waktu itu. Aku memang bersalah sudah menggangguk sahabatmu. ’’

“Bagaiana bisa kau berpikir aku melakukan itu? Aku bahkan selama ini pura-pura tutup mata dan tutup telinga atas semua kelakuanku dengan perempuan yang lain. Aku tahu semua.’’

‘’Kau tahu semua, kenapa diam saja?’’

‘’Pelkunya belum teridentifikasi, baik yang melakukannpada kita atau pun semalam.’’

‘’ ’Pelakunya belum teridentifikasi? Aku bisa paha, karena kasus kita pun belum jelas. Polisi masih belum menyimpulkan apa-apa, dan kalau kali ini terjadi lagi, berarti kerja polisi bertambah. Tapi, kenapa kita masuk ke dalam list mereka? Ditambah semua terjadi setelah aku melakukan kesalahan padamu.’’

‘’Belum. Awalnya aku penasaran, apa motif dan tujuannya, tapi melihat ada kasus yang sama, aku menjadi masa bodoh, yang penting aku sudah lolos dari maut. Kurasa akan terjadi lagi, atau semoga saja tidak. Karena, akan menjadi sesuatu yang aneh, dan nantinya kita masing0masing juga akan tetap dimintai keterangan, apalagi kasus yang saa berlanjut’’

‘’Kau benar, Sayang.’’

‘’Tapi, aku datang ke sini untuk satu keperluan.’’

‘’Apa itu? Bukankah kau bisa datang ke apartemenku atau ke kantor? Sayang, kau masih tidak percaya kalau aku tidak terlibat apa-apa di insiden kemarin? Bukankah mobilku juga hancur?’’

A terdiam, R terlhat bingung. A tidak biasanya sedingin ini. Kalau kejadian penembakan mobil mereka berdua ternyata ada yang mengalami hal serupa, lalu apalagi masalahnya? Toh, dengan sendirinya jawaban sudah fix didapat, bahwa kesalahpahaman bisa dianulir.

‘’Kita putus. Kita batalkan pertunagngan kita. Aku serius.”


Image; https://id.pinterest.com/pin/47076758594095770/

 

 

 

 

Komentar