Bab
31
BLOG NURLAELI UMAR- ‘’Ada
apa, Sayang? Kau masih trauma dengan kejadian kemarin. Sampai supirmu kau ajak
makan juga? Maafkan aku. Apa kau berpikir aku yang melakukannya? Aku menunggumu
menelpon. Kau tahu aku sengaja tidak menelponmu, karena kupikir kau butuh waktu
sendiri. Dan, aku tidak datang ke rumahmu, juga dengan alasan yang sama.’’
A
menggeleng. ‘’Tadi pagi aku melihat kejadian yang sama. Apa kau tidak menonton
televisi? Iya, kejadian itu semalam. Berarti ada otang yang bermain-main dengan
kita. Maksudku, orang itu random melakukan aksinya. Mereka korban juga sepasang
kekasih.’’
‘’Dua
mobil dengan berondongan peluru?’’
A
mengangguk membenarkan.
‘’Jujur,
aku sempat berpikir kemarin itu ulahmu. Mobilku hancur. Untung aku masih punya
beberapa yang lain. Bayangkan andai mobilku cuma satu, belum lagi kalau aku
yang mati.’’
R
mengangguk. ‘Aku pun sempat berpikir kalau itu adalah ulahmu karena kesal
dengan kelakuanku yang waktu itu. Aku memang bersalah sudah menggangguk
sahabatmu. ’’
“Bagaiana
bisa kau berpikir aku melakukan itu? Aku bahkan selama ini pura-pura tutup mata
dan tutup telinga atas semua kelakuanku dengan perempuan yang lain. Aku tahu
semua.’’
‘’Kau
tahu semua, kenapa diam saja?’’
‘’Pelkunya
belum teridentifikasi, baik yang melakukannpada kita atau pun semalam.’’
‘’ ’Pelakunya belum teridentifikasi? Aku bisa paha,
karena kasus kita pun belum jelas. Polisi masih belum menyimpulkan apa-apa, dan
kalau kali ini terjadi lagi, berarti kerja polisi bertambah. Tapi, kenapa kita
masuk ke dalam list mereka? Ditambah semua terjadi setelah aku melakukan
kesalahan padamu.’’
‘’Belum.
Awalnya aku penasaran, apa motif dan tujuannya, tapi melihat ada kasus yang
sama, aku menjadi masa bodoh, yang penting aku sudah lolos dari maut. Kurasa
akan terjadi lagi, atau semoga saja tidak. Karena, akan menjadi sesuatu yang
aneh, dan nantinya kita masing0masing juga akan tetap dimintai keterangan,
apalagi kasus yang saa berlanjut’’
‘’Kau
benar, Sayang.’’
‘’Tapi,
aku datang ke sini untuk satu keperluan.’’
‘’Apa
itu? Bukankah kau bisa datang ke apartemenku atau ke kantor? Sayang, kau masih
tidak percaya kalau aku tidak terlibat apa-apa di insiden kemarin? Bukankah
mobilku juga hancur?’’
A
terdiam, R terlhat bingung. A tidak biasanya sedingin ini. Kalau kejadian
penembakan mobil mereka berdua ternyata ada yang mengalami hal serupa, lalu
apalagi masalahnya? Toh, dengan sendirinya jawaban sudah fix didapat, bahwa
kesalahpahaman bisa dianulir.
‘’Kita
putus. Kita batalkan pertunagngan kita. Aku serius.”
Image; https://id.pinterest.com/pin/47076758594095770/
Komentar
Posting Komentar