Bab
34.
BLOG NURLAELI UMAR- Tuan
X menagngguk-angguk. Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia menyuruh perempuan itu
makan, dan setelahnya mesti berjaga di depan sampai J datang.
‘’Orang
ini!’’ Tuan X memperlihatkan foto J, ‘’dia ada janji denganku, tapi belum
datang.’’
‘’Iya,
Tuan. Saya tahu orang itu. Orang itu jarang menemui Anda dibanding yang lain.’’
‘’Kau
benar.’’
Perempuan
itu melanjutkan makannya. Tuan X sibuk mengecek keberadaan orang yang perempuan
pelacur itu maksudkan. Entah apa yang sebenarnya terjadi, setelah perempuan itu
selesai dengan makan dan minuman pesanannya, dan pergi dari meja Tuan X, Tuan X
masih sibuk dengan handphonenya.
Tuan
X tampak serius, sepertinya informasi yang diberikan perempuan pelacur itu
berubah menjadi serius. Tuan X juga tampak menghubungi beberapa orang yang berbeda,
karena dia terlihat menekan angka-angka di keypad, bicara, kemudian menekan
angka-angka lagi dan berbicara lagi.
J
turun dari mobilnya. Dia memarkir mobilnya seperti biasa di depan sebuah mini
market seberang jalan dari arah hotel tempat dia akan bertemu Tuan X. Sementara
itu Tuan X mendapat pemberitahuan dari perempuan pelacur yang menjadi mata-mata
amatirannya itu. Perempuan itu mengatakan kalau seseorang yang fotonya dikirim
Tuan X ke handohone tua miliknya sudah datang. Dia kemudian pamit untuk pulang
untuk mengurusi anaknya yang sakit.
J
menyeberang jalan. Belum sampai di bahu jalan seseorang menubruknya. Dengan
cekatan J menangkap leher baju bagian belakang orang itu.
‘’Kau
di bawah kendali siapa?’’
Orang
itu meronta, dan memberikan perlawanan. J bisa meringkusnya dengan cepat. Dia
mengunci kedua tangan orang itu di belakang dan dia mendorong orang itu
mengikuti arah yang J inginkan.
‘’Ikut
aku ke dalam hotel, atau kau ingin aku umpankan ke temanmu yang berkeliaran di
sini? Kau orang baru, bukan? Kau tidak tahu siapa aku. Kau salah orang. Kalau
kau kulepaskan sekarang, kau akan mati dalam hitungan detik saja.’’
Mendengar
ancaman J sepertinya orang itu takut, yang bisa dilakukannya sekarang adalah
mengikuti apa maunya J. Orang itu tentu saja menjadi pusat perhatian
orang-orang yang ada di depan hotel. Mereka tidak berani bertanya, tetapi beberapa
di antara mereka ada yang saling berbisik dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
J
masuk ke dalam hotel, dan menuju meja di mana Tuan X sudah menunggunya. Tuan X
sedikit terperangah melihat J masuk bersama seseorang yang tangannya dikuci di
belakang punggungnya dalan genggaman J.


Komentar
Posting Komentar