Puisi 63. Pertanyaanmu Paling Menggelikan

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/4503668372288292/

Pertanyaamu Paling Menggelikan

Jakardah. 250924

 

BLOG NURLAELI UMAR- Pernah satu kali aku setenang air danau yang tanpa sentuhan angin.

Begitu tenang menikmati keadaan.

Kau datang serupa bising mempertanyakan kediamanku.

Kau katakan hidup mesti hiruk-pikuk, pagi berkokok, siang mengembik, dan malam melolong.

 

Kau dengan gegap gempita menjelaskan bahwa hidup tak bolerh diam mematung, karena kita bukan patung yang mati.

Dan, mematung berarti menjadi mati, meski bernapas, meski mandi dan gosok gigi.

Aku hanya menatap matamu dalam-dalam, lalu aku membuang muka.

Menunjukkan padamu andai kau mengerti, bahwa hidup juga mesti tak peduli.

 

Kau ingin aku menjadi apa pun yang kau inginkan dalam hidupmu yang tak pernah terjamah.

Kau ingin aku mengikuti langkahmu menjadi orang-orang yang baru melihat setelah buta.

Aku hanya ingin tertawa, tapi hanya ingin saja, tak tega aku tertawa.

Karena, aku tertawa pun kau tak bisa membaca apalagi paham.

 

Aku tahu kau ingin tahu aku pernah menjadi apa.

Kau ingin tahu rasanya bisa menggapai awan, berebut pisang dengan monyet-monyet.

Atau menjadi anak kecil penjual korek api yang dibunuh dingin malam.

Tidak, aku akan tetap diam, membiarkanmu menempuhi jalanmu, tanpa kau tahu aku pernah apa dan bagaimana.

 

Pertanyaanmu paling menggelikan adalah apakah aku pernah punya semangat hidup.

Setelah aku sampai di hari ini dengan baik-baik saja.

Setelah aku melewati apa yang tidak pernah terbayangkan di mimpi burukmu.

Setelah semua apa yang pernah kusinggahi, sampai aku memilih untuk berhenti.

 


 

 

Komentar