BLOG NURLAELI UMAR- Putraku lahir 4 September, dan sekarang 9 Sepetember, Aku hanya bisa mengenang dan mendoakannya saja dari sini dari luka yang mesti diterima, dan direlakan hadirnya.
Kehilangan
: Kepada Umarku
kau laki-laki yang belum genap
sembilan belas bilangan usiamu
yang matamu tak pernah ingin air mata
menetes dari mataku
kepergianmu telah merawat kehilanngan
dengan runut dan tekun tanpa jeda
diam-diam tumbuh, berdaun, merambat,
melebat
menjadi rindu begitu hebat
mencipta sungai-sungai kecil di pipi
tuaku
berarus tiada berputus, bersama
untaian bebijian tasbih
menggerus segala angkuh, mengendapkan
segala fikir
tentang pulang yang menjadi keharusan
dan kelak giliranku akan datang
Kesempatan Ke Dua
kau
jika boleh menawar
aku ingin memelukmu, membasuh lukamu
menerbitkan matahari di kedua matamu
berkebun kebahagiaan dengan biji-biji
ketuluan
tanpa keluh, tanpa gaduh
lagi, lebih dari kemarin, lebih dari
yang pernah kuberi sebelumnya
sayang itu tak bisa, selain doa
Kelak Kita Bertemu
dadamu tak lagi berdetak, inginmu tak
lagi berhitung
masa telah memutus segala mendung
senyummu menghiasi udara,menumbuk
cintaku semakin dahaga
pertemuan mungkin akan lama
hingga gugur daunku di Arasy-Nya
Kau di Diriku
:Selamat Jalan Umarku
Keikhlasan itu bukan tak boleh
berurai airmata
Anak-anak sungai yang bernama cinta
Keikhlasan adalah penerimaan dari
hati
Tentang pergi yang tak pernah kembali
Sebab jejak-jejak adalah cerita
Yang tak pernah tuntas dibaca oleh
usia
Di dada
Di mata
Di hati
Ada, ada, ada
Image; https://id.pinterest.com/pin/281543724168865/
Komentar
Posting Komentar