SENDIRI DULU (enam puluh satu)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/82753711897138354/

SENDIRI DULU (enam puluh satu)

BLOG NURLAELI UMAR- Tifa bareng Angga lagi menghadapi mangkuk beruap penuh selera.

“Tif, loe jadi trending topic di semua kesempatan.” Angga memulai bicara..

“Enak, gak ada test hari ini.”

Angga tersenyum mendengar jawaban Tifa yang sama sekali gak nyambung sama pertanyaannya. Dia kemudian menambahkan beberapa bakso yang dipesan dari mangkuknya ke mangkuk Tifa. Gadis itu terdiam hanya saja wajahnya yang bertanya dengan mata dilebarkan sambil menatap Angga.

“Makan yang banyak.”

Tifa tertawa, kemudian dia berucap, ”Gue baik-baik aja. Tenang aja kalau gue butuh bantuan, gue tahu loe adalah orang pertama yang gue hubungi. Meski sebenarnya bisa setelah Randi, mama atau kakak gue sebenarnya.”

“Jadi bukan orang pertama donk?”

“Salah, ya?”

“Gak, sih, tapi seharusnya memang gitu, orang-orang yang dekat sama loe akan mendapat kabar lebih dahulu dibanding orang lain.”

Angga yang lagi ngomong sambil mengaduk-aduk bakso di mangkuknya menolehkan muka, dia menggelengkan kepala, “Gak percaya.”

“Kok gitu?”

“Karena gue tahu selama ini, bahkan meski terlalu banyak yang memenuhi kepala loe, gue bahkan gak pernah mendengar keluhan loe, dan log panggilan dari loe kosong sama sekali di handphone gue.”

Tifa tertawa kali ini terdengar renyah, ”Gue malah bingung bagaimana bisa gue banyak pikiran seperti perkiraan loe, kalau ternyata gue baik-baik aja.”

“Tif.”

“Iya, kenapa?”

“Kenapa loe marah sekali kemarin? Apa ini akumulasi dari semua tingkah Liana?”

“Gue cuma bosan lihat tingkah dia.”

“Loe masih cinta sama Tio?”



Komentar