SENDIRI DULU (lima puluh enam)
BLOG NURLAELI UMAR- “Di sini saja,
Bu.”
Perempuan yang bekerja di rumah Liana
itu masuk mungkin memanggil Liana, karena cewek itu sekarang sudah berada di
depan pintu.
“Kok gak bawa buku, malah diem?”
“Aku gak mau belajar hari ini, lagian
gak ada PR.”
“Kalau begitu gue pulang?”
“Jangan!”
“Oh, ya. Kenapa tadi telepon dan
minta dijemput? Tumben.”
“Aku … lagi ingin ditemani.”
“Terus?”
“Aku bertemu teman, jadi, ya, sudah.
Ini baru ganti baju.”
“Maaf, tadi gue gak bisa. Jadi, hari
ini gak jadi les karena capek?”
“Iya, tapi lebih tepatnya capek
hati.”
“Ya udah, gue pulang.”
“Kakak, hari ini memang aku gak les
matematika, tapi aku butuh ditemani.”
“Tapi, katanya tadi waktu pulang
sekolah, lho kok sekarang juga?”
“Anggap saja ini les, aku akan
menghitungnya seperti itu.”
Haris tersenyum, awalnya dia terlihat
bangun dari duduk, tapi karena wajah dan permintaan Liana terdengar serius,
akhirnya dia duduk kembali.
“Kok bengong, katanya mau ditemani.
Apa gue mesti diam juga?”
“Kakak dekat sama Tifa, kan?”
“Kok jadi Tifa?”
“Apa pandangan kakak tentang dia.”
Haris tersenyum, cewek di depannya
terlihat kesal. Haris menimbang jawaban.
“Dia biasa saja.”
https://id.pinterest.com/pin/299419075245880000/
Komentar
Posting Komentar