SENDIRI DULU (lima puluh enam)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/299419075245880000/

SENDIRI DULU (lima puluh enam)

BLOG NURLAELI UMAR- “Di sini saja, Bu.”

Perempuan yang bekerja di rumah Liana itu masuk mungkin memanggil Liana, karena cewek itu sekarang sudah berada di depan pintu.

“Kok gak bawa buku, malah diem?”

“Aku gak mau belajar hari ini, lagian gak ada PR.”

“Kalau begitu gue pulang?”

“Jangan!”

“Oh, ya. Kenapa tadi telepon dan minta dijemput? Tumben.”

“Aku … lagi ingin ditemani.”

“Terus?”

“Aku bertemu teman, jadi, ya, sudah. Ini baru ganti baju.”

“Maaf, tadi gue gak bisa. Jadi, hari ini gak jadi les karena capek?”

“Iya, tapi lebih tepatnya capek hati.”

“Ya udah, gue pulang.”

“Kakak, hari ini memang aku gak les matematika, tapi aku butuh ditemani.”

“Tapi, katanya tadi waktu pulang sekolah, lho kok sekarang juga?”

“Anggap saja ini les, aku akan menghitungnya seperti itu.”

Haris tersenyum, awalnya dia terlihat bangun dari duduk, tapi karena wajah dan permintaan Liana terdengar serius, akhirnya dia duduk kembali.

“Kok bengong, katanya mau ditemani. Apa gue mesti diam juga?”

“Kakak dekat sama Tifa, kan?”

“Kok jadi Tifa?”

“Apa pandangan kakak tentang dia.”

Haris tersenyum, cewek di depannya terlihat kesal. Haris menimbang jawaban.

“Dia biasa saja.”


https://id.pinterest.com/pin/299419075245880000/

 

Komentar