Monster Pembunuh (bab 44)

 


Bab 44.

Image; https://id.pinterest.com/pin/11188699073153802/

BLOG NURLAEI UMAR- ‘’Apa ada masalah sebelumnya?’’

‘’Iya, barang yang kemarin dikirim disesuaikan dengan harga baru, jadi barang tidak sesuai keinginan kepala toko. Kepala toko complain, tetapi alasan suplier dirasa terlalu mengada-ada. Aku pastikan kali ini barang harus sesuai, soal harga kita bisa mengikuti.’’

‘’Baiklah atur saja sesuia keinginanmu. Apa ada keluhan soal pekerja?’’

‘’Tidak, J. Semua baik-baik saja. Hanya saja pesaing menjatuhkan harga jual, sementara bahan baku naik.’’

‘’Kalau begitu, tidak masalah, atur saja dengan kepala toko. Kau tahu, bukan kualitas itu andalan kita berbisnis.’’

‘’Mereka hanya takut pelanggan lari kepada rival bisnis kita dan pemasukan berkurang, karena kita terlalu mengedepankan kualitas.  Intinya mereka takut menganggur.’’

‘’Tidak masalah. Kujamin mereka tidak akan menagnggur. Segmen pasar yang kita tuju berbeda. Kalau ada penurunan pelanggan ke coffee shopmu, itu hanya sementara saja. Kalau begitu rapatkan mereka. Terima semua ususlan karyawan dan cara pendang mereka, setelah itu baru ketiga kepala toko kamu kumpulkan. Aku akan menerima laporannya akhir minggu ini. Bisa?’’

‘’Tentu saja, J. Tapi, apakah hari ini aku harus ikut ke restoranmu?’’

‘’Tentu saja. Aku akan rapat bersama klien, dan kamu bisa masuk ke ruangan kerjaku. Kamu bisa belajar banyak dan sekaligus mengecek. Masukan darimu apa pun akan kutampung sebagia pembanding.’’

‘’Baiklah. Aku akan bekerja sekarang, dan katakan setelah kau siap.’’

M kembali bekerja, sementara J keluar dari ruangan kerja M. Ada pembicaraan yang tidak perlu diketahui M.

Sementara M sibuk di meja kerjanya, J mengambil tempat duduk dan kepala toko datang mendekat setelah J mengirim pesan.

Kepala toko datang dengan nampan berisi dua kopi susu dingin dan burger dengan dobel chessee.

‘’Duduklah!’’

‘’Terima kasih, Bos.’’



 

 

 

 

 

 

Komentar