Monster P (bab 45)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/6192518231542962/

Bab 45.

BLOG NURLAELI UMAR- J hanya membicarakan perihal keamanan karyawan dan saran agar diadakan rapat agar masalah coffee shop bisa diatasi. J percaya dengan tiga kepala toko dan karyawan  yang memang orang-orangnya. Orang-orang dengan standard J yang direkrut khusus, jadi mereka akan paham bagaimana dan apa maunya J.

‘’Aku tidak mau ada keluhan mengenai hal sepele, seperti ada yang sakit lalu kamu abai.’’

‘’Tentu saja tidak akan, saya akan bekerja sesuai standar, saya akan melaporkan hal sekecil apa pun mengenai karyawan.’’

‘’Aku percaya padamu. Nona M akan ikut aku keluar , kau bisa menghandle semuanya. Jangan lupa pantau keadaan melalui CCTV.’’

‘’Baik, Bos. Bos, boleh saya izin bertanya kapan saya akan mendapatkan tugas luar?’’

‘’Kenapa? Apakah tugas di sini membosankan?’’

‘’Tidak, hanya saja sudah lama saya tidak mendapat tugas luar.’’

‘’Karena uang? Ada masalah dengan keuangan keluargamu yang tidak kamu laporkan?’’

‘’Hanya ingin mendapati suasana berbeda saja.’’

J tahu kepala toko merindukan tugas untuk melenyapkan nyawa, atau sekadar mencari informasi yang dibutuhkan agen J. J sudah merancangnya kapan kemampuan kepala toko dipergunakan dengan semestinya. Kali ini dirasa belum.

‘’Baiklah, awasi pesaing coffee shop kita. Kau boleh mengambil job itu. Aku butuh waktu laporan tiga hari. Apa pun itu. Kau bisa melakukan tugasmu kapan pun, mungkin mulai besok. Apa kau ingin mengambil libur tiga hari dari kepala toko di coffee shop ini?’’

‘’Tidak, saya bisa melakukannya sambil bekerja, atau selepas bekerja.’’

“Baiklah. Minggu depan?’’

‘’Mulai hari ini. Bos, laporan, kaca mobil sudah selesai diperbaiki.’’

J mengangguk dan memberi tanda agar kepala toko menyudahi pembicaraan, karena M sudah mengatakan ‘siap’ keluar dengan J dari meja kerjanya.

Kepala toko izin keluar, J mengiyakan. Tidak berapa setelahnya M keluar diikuti J. Mereka berdua berjalan melewati meja-meja yang penuh dengan pengunjung yang tengah menikmati pesanan menunju keluar coffee shop. Jam makan siang yang ramai.

J mengarahkan M menuju mobilnya. M yang melihat ke arah mobilnya dan keadaan mobilnya sudah seperti sebelum penembakan tadi pagi terlihat takjub. Matanya berbinar, sebentar melihat ke arah mobilnya, sebentar kemudian melihat kepada J. Dia tersenyum.



Komentar