Image; https://id.pinterest.com/pin/297589487897385841/
Bab
42.
BLOG NURLAELI UMAR- “Tidak!
Itu menggelikan. Aku akan di kawal seperti pemilik perusahaan yang beritanya
viral itu dan akhirnya pengawalnya mati empat orang. Selain pemborosan, aku
terlihat seperti ketakutan.’’
J
termangu sejenak. J dan orang-orangnya adalah pelaku pelenyapan nyawa empat
pengawal itu, bagaimana mungkin dia akan lupa peristiwa itu. Sudut pandang M
terhadap kejadian itu menarik untuk J. Walau bagaimanapun harus diakui
sebenarnya yang ketakutan dengan kejadian mobil M ditembaki adalah J, bukan M.
‘’Kau
akan datang menemui klienmu di mana, J?’’
‘’Di
restoran yang dulu pernah kubilang itu milikku. Restoran yang kau suka
suasananya. Kalau kau tidak sibuk, sebaiknya kau ikut.’’
‘’Tapi,
kau tahu akau akan sibuk seharian di sini dan di dua coffee shop yang lain. Aku
tidak ingin uang kerajinanku dipotong. Begitu, kan, Bos?’’
J
merengkuh M dalam pelukannya. Dia meletakkan handpohone milknya dengan tangan
yang lain, sementara satu tangannya tetap tidak melepaskan M.
‘’Ini
kantor, Bos. Karyawan tidak diperlakukan begini di tempat kerja.’’
J
semakin gemas dengan perkataan M. Dia mengeratkan pelukannya. ‘’Yang begini
pasti boleh,’’ ujar J sambil mencium bibir M.
‘’Hentikan!’’
M mendorong tubuh J menjauh.
J
semakin mengeratkan pelukannya dan mendaratkan ciuman di sekujur wajah M.
Setealh itu dia tertawa sambil melepaskan pelukannya. M melirik ke arah J, tawa
J semakin kencang saja.
‘’Maka
dari itu, berikan tanggal, aku akan menikahimu. Bagaimana kalau hari ini saja
kita menikah?’’
‘’J,
baiklah biarkan aku menyelesaikan tugasku,
aku akan ikut denganmu ke restoranmu. Apa setelahnya aku juga harus sibuk
mengurusnya?’’
‘’Tergantung
seberapa maumu, karena nantinya kau akan sibuk dengan bisnisku, bukan?’’
Komentar
Posting Komentar