Image; https://id.pinterest.com/pin/553942822928739381/
Bab 47.
BLOG NURLAELI UMAR- J
tertawa. ‘’Bukan Cuma masalah uang yang memang kita sangat butuhkan untuk
hidup, tapi aku lebih ke memanusiakan manusia lain dengan terhormat. Kau paham
benar, kalau mereka yang bekerja padaku selain mendapat pekerjaan yang berarti
mereka ada pemasukan, mereka juga terjamin.’’
‘’Apa
pernah ada yang mengkhianatimu dalam pekerjaan selama ini?’’
‘’Tidak!
Mereka tahu konsekuensi bergabung bekerja denganku. Andai mereka keluar pasti
dengan baik-baik saja.’’
‘’Apa
kau mengancam mereka, J?’’
“Aku
tidak suka menekan yang lemah.’’
‘’Tapi,
kalau kau menciumku kau menekannya, seolah mukamu ingin kau benamkan ke
wajahku.’’
‘’Itu
lain, Cantik. Ayolah, kita sedang serius kali ini! Ayo, turun! Jangan biarkan
aku mengurungmu di mobil dan kita pergi dari sini. Kau ingin kita berciuman
sepanjang hari, bukan?’’
“’Tidak,
J. Baiklah, aku turun.’’
J
mengangguk-angguk dan tertawa. M akhirnya mebuka pintu dan turun, setelahnya J
turun. Mereka berdua berjalan masuk.
M
memperhatikan sekeliling dengan matanya. Ramai sekali. Tidak kalah ramai
dibanding dengan coffee shop miliknya. Tempatnya juga lebih luas dari coffee
shop yang dikelola olehnya.
Seseorang
menyambut mereka berdua. Sepertinya itu orangnya J, dia tampak setengah membungkuk memberi penghormatan. Kemudain
datang dua orang lainnya yang juga melakukan hal yang sama.
Mereka
menyambut dengan menjabat tangan setelahnya dan mengajak J ke dalam, seperti ke
sebuah ruangan kerja.
J
memberi kode agar M tidak ikut masuk, J seolah memberi tugas M untuk
berkeliling.
‘’Aku
tidak ikut masuk, bisakah?’’ tanya M yang paham apa yang J masksudkan.
Komentar
Posting Komentar