MONSTER PEMB (bab 48)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/3377768466629827/

Bab 48.

BLOG NURLAELI UMAR- J mengangguk. Dia memanggil seseorang yang sejak awal J masuk tampak berdiri di bagian lain. kemudian J menyuruh seseorang itu untuk membuatkan makanan dan minuman, karena sepuluh menit lagi tamu J yang sudah di-booking-kan tempat akan datang. Tentu saja itu klien J dari kantor R.

J masuk ke dalam dengan tiga orang yang tadi menyambutnya, sementara M menjelajah. Dia pergi ke bagian pemesanan.

‘’Selamat siang, Nona!’’

‘’Selamat siang! Apakah aku bisa pesan di sini langsung? Karena, sepertinya meja penuh semua.’’

Pekerja itu tertawa. ‘’Tentu saja, Anda boleh memesan kapan pun. Tentang tempat duduk, apakah Anda ingin berbaur dengan pengunjung yang lain, atau masuk ke dalam. Ada tempat di mana Anda bisa makan sambil mengawasi kami.’’

‘’Oke, aku ingin mengawasi kalian. Apakah kalian siap? Aku bisa membuat laporan kepada Tuan J dengan banyak bumbu yang tidak kalian kira.’’

Pekerja itu tertawa lagi, ‘’Kami para pekerja di sini, tahu banyak mengenai Anda, tetapi Anda tidak banyak mengenal kami. Silakan masuk! Anda ingin dibuatkan menu special hari ini atau dari daftar menu, kami siap melayani.’’

M tersenyum. Ini pasti pekerjaan J yang berlebihan mem-branding-ku di depan semua karyawannya, pikir M. Seseorang datang mengantar M ke meja di mana M bisa melihat kegiatan di dalam langsung dari meja itu. Bagaimana mereka sibuk dan bekerja dengan cekatan. Tidak berbeda dengan keadaan di dapur coffee shop yang diakelola.

‘’Silakan duduk! Kami siap melayani Anda, Nona.’’

‘’Bikinkan aku menu special hari ini, please! Aku ingin makan di sini, sambil melihat kalian semua bekerja.’’

Pekerja itu mengangguk dan kemudain pergi dari hadapan M, M menikmati semua sambil meneliti. Matanya yang jeli melihat detail semuanya untuk bahan masukan kepada J. M akan makan di sini menikmati hidangan, sementara J akan sibuk dengan orang-orangnya dilanjutkan dengan tamunya.

Aku tidak tahu bagaomana J bisa mengatur mereka semua dengan penuh disiplin, padahal aku tidak melihat J melakukan sesuatu yang arogan dan menekan mereka. Sepertinya mereka ada dalam sebuah organisasi rahasia yang aku tidak tahu.

Siapa J? Aku baru menyadarinya sekarang. Dia, kurasa lebih dari J yang kukenal. Tapi, tidak, J tidak akan melakukan sesuatu yang membuatku takut. Akhir-akhir ini aku tidak pernah menemukan percikan darah di kemeja J. Kurasa itu aman. Ya, semuanya aman. Meski, pembunuhan masih selalu ada, tapi korbannya bukan orang yang dekat dengan J.



Komentar