Bab
48.
BLOG NURLAELI UMAR- J
mengangguk. Dia memanggil seseorang yang sejak awal J masuk tampak berdiri di
bagian lain. kemudian J menyuruh seseorang itu untuk membuatkan makanan dan
minuman, karena sepuluh menit lagi tamu J yang sudah di-booking-kan tempat akan
datang. Tentu saja itu klien J dari kantor R.
J
masuk ke dalam dengan tiga orang yang tadi menyambutnya, sementara M
menjelajah. Dia pergi ke bagian pemesanan.
‘’Selamat
siang, Nona!’’
‘’Selamat
siang! Apakah aku bisa pesan di sini langsung? Karena, sepertinya meja penuh
semua.’’
Pekerja
itu tertawa. ‘’Tentu saja, Anda boleh memesan kapan pun. Tentang tempat duduk,
apakah Anda ingin berbaur dengan pengunjung yang lain, atau masuk ke dalam. Ada
tempat di mana Anda bisa makan sambil mengawasi kami.’’
‘’Oke,
aku ingin mengawasi kalian. Apakah kalian siap? Aku bisa membuat laporan kepada
Tuan J dengan banyak bumbu yang tidak kalian kira.’’
Pekerja
itu tertawa lagi, ‘’Kami para pekerja di sini, tahu banyak mengenai Anda,
tetapi Anda tidak banyak mengenal kami. Silakan masuk! Anda ingin dibuatkan
menu special hari ini atau dari daftar menu, kami siap melayani.’’
M
tersenyum. Ini pasti pekerjaan J yang
berlebihan mem-branding-ku di depan semua karyawannya, pikir M. Seseorang
datang mengantar M ke meja di mana M bisa melihat kegiatan di dalam langsung
dari meja itu. Bagaimana mereka sibuk dan bekerja dengan cekatan. Tidak berbeda
dengan keadaan di dapur coffee shop yang diakelola.
‘’Silakan
duduk! Kami siap melayani Anda, Nona.’’
‘’Bikinkan
aku menu special hari ini, please! Aku ingin makan di sini, sambil melihat
kalian semua bekerja.’’
Pekerja
itu mengangguk dan kemudain pergi dari hadapan M, M menikmati semua sambil
meneliti. Matanya yang jeli melihat detail semuanya untuk bahan masukan kepada
J. M akan makan di sini menikmati hidangan, sementara J akan sibuk dengan
orang-orangnya dilanjutkan dengan tamunya.
Aku tidak tahu bagaomana J bisa
mengatur mereka semua dengan penuh disiplin, padahal aku tidak melihat J
melakukan sesuatu yang arogan dan menekan mereka. Sepertinya mereka ada dalam
sebuah organisasi rahasia yang aku tidak tahu.
Siapa J? Aku baru menyadarinya
sekarang. Dia, kurasa lebih dari J yang kukenal. Tapi, tidak, J tidak akan
melakukan sesuatu yang membuatku takut. Akhir-akhir ini aku tidak pernah
menemukan percikan darah di kemeja J. Kurasa itu aman. Ya, semuanya aman.
Meski, pembunuhan masih selalu ada, tapi korbannya bukan orang yang dekat
dengan J.
Komentar
Posting Komentar