MONSTER PEMB (bab 50)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/1970393571832823/

Bab 50

BLOG NURLAELI UMAR- J muncul ketika M sedang sibuk mencicipi sambal yang menjadi andalan restoran ini. Dia mengangguk-angguk setelahnya. J mengucapkan terima kasih kepada T, dan mereka bicara sebentar, sebelum T pamit dan mendapat sebuah amplop dari J.

J mendekat sangat rapat ke samping M. Dia berbicara setengah berbisik. ‘’Sepertinya kamu menikmati ditemani T.’’

‘’Apa maksudmu?’’ tanya M sambli tertawa kecil.

‘’Aku cemburu.’’

‘’Bagaimana bisa? Dia orangmu, bukan? Dan, dia sangat menjaga sikap terhadapku.’’

‘’Dia memang menjaga sikap, tapi tidak dengan matamu.’’

‘’Ada apa dengan mataku?’’

‘’Aku akan selalu cemburu, saat kau begitu atraktif dengan laki-laki lain.’’

‘’Iyakah? Kupikir kau tidak punya rasa cemburu sama sekali. Tapi, kurasa bagus, itu. Itu artinya kau sayang padaku, J.’’

‘’Aku bukan hanya sayang padamu, aku mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu setiap detiknya. Jauh darimu bukan berarti aku tidak ingin kita selalu bersama setiap waktu.’’

‘’Hentikan, J. Ada apa denganmu? Bagaimana hasilnya pertemuan dengan klienmu?’’

‘’Baik-baik saja. Entah mengapa aku tiba-tiba menjadi begitu posesif. Mungkin aku sangat khawatir atas kejadian tadi pagi.’’

M mengangguk. ‘’Aku sudah makan, dan aku sudah banyak mendapat arahan. Kurasa tidak ada yang akan kulaporkan, semua baik-baik saja. Aku hanya usulkan, beri mereka sedikit tambahan hadiah di akhir tahun. Penjualan di restoran ini bagus.’’

‘’Tambahan? Kurasa mereka sudah mendapatkan lebih layak dibanding restoran sejenis.’’

‘’Kalau begitu, semacam bingkisan?’’

‘’Baiklah. Ini usulan dari calon istri pemilik restoran ini. Mana bisa aku menganulirnya. Akan kulakukan.’’

J mengambi handphonenya. Dia mengetikkan sesuatu. Seteah itu dia memperlihatkannya kepada M.

‘’Kamu puas?’’

‘’Thanks, J, Kau manis sekali.’’

M tersenyum, dia mengangguk. M berjalan mengambil air minumnya. J mengangkat handphonenya, sebuah pesan pelenyapan nyawa tertera di sana. Dengan santainya dia mengtikkan sesuatu, sepertinya sebuah perintah kepada orang-orang di agensinya.

“J!’’

‘’Oke, ini ada sedikit urusan kecil. Semua baik-baik saja.’’

 


Komentar