Link
Bab4Link
BLOG NURLAELI UMAR- J
mengangguk. ‘’Bagaimana, suka?’’
M
balas mengangguk. ‘’Terima kasih, J. Wah, cepat sekali! Kamu hebat, J!’’
J
tertawa, dia memberi tanda dengan matanya agar M bersegera masuk ke dalam
mobil. Tidak ada adegan J membuka pintu mobil untuk M seperti dalam novel atau
film, J tidak melakukan itu karena M pasti menolaknya.
Mobil
yang membawa mereka berdua menjauh dari coffee shop, J mengendarai mobilnya
dengan kecepatan sedang. M tidak banyak berkata-kata, dia diam menikmati
pemandangan lalu lintas yang ada di sepanjang jalan.
J
membiarkan M dengan diamnya. Setelah mengambil arah kanan di perempatan jalan J
akhirnya mengamil kiri dan memasuki sebuah pelataran parkir restoran yang
ramai.
‘’Ada
yang berbeda, apakah ini restoran yang sama, J?’’
J
tertawa. ‘’Semua diseragamkan. Yang berbeda hanya lokasi dan karyawannya saja.
Apa kau kurang menyukainya?’’
M
menggelengkan kepala. ‘’Aku suka. Ini restoran yang ke berapa dengan konsep
yang sama dan bangunan yang serupamu itu?’’
‘’Ini
cabang ke lima dari sembilan puluh. Ini lebih ke restoran untuk kalangan
menengah ke bawah, meski terlihat mewah.’’
‘’Berapa
yang ada di kota ini?’’
‘’Hanya
tiga belas, selebihnya ada tiga di tiap
kota yang sama. Untuk segmen menengah ke atas aku hanya berani membuka di lima
kota besar saja. Yang model begini tidak banyak mengeluarkan modal dibanding
yang menengah ke atas, tetapi profitnya sangat bagus.’’
‘’Kau
tidak menyuruhku mengurus semua itu, bukan?’’
‘’Hei,
tentu saja. Kau kelola tiga coffee shopmu dengan baik, sampai kau merasa
pantas, bebanmu akan kutambahi. Apa itu membuatmu lari dari sisiku?’’
M
tertawa. ‘’Sekarang aku tahu mengapa kau memilihku.’’
‘’Kenapa?’’
‘’Karena
uangmu banyak, dan kau tidak emilih perempuan yang hanya bisa menghabiskan uang
saja. Begitu, bukan?’’
Link: https://id.pinterest.com/pin/16677461115025374/
Komentar
Posting Komentar