SENDIRI DULU (delapan puluh empat)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/21603273206397022/

SENDIRI DULU (delapan puluh empat)

BLOG NURLAELI UMAR- Deg! Dada Tifa seperti kena tohokan dari tendanga Dollyo Chagi. Telak, pas di ulu hatinya, tanpa perlawanan sama sekali. Akhirnya kalimat itu keluar juga, batin Tifa.

Kalimat yang ditakutinya sejak tadi, bahkan semenjak Randi melakukan hal yang sama kemarin.

 Tifa terdiam, entah kalimat mana yang pantas untuk diucapkan: “Maaf, gue gak bisa,” atau “Kita sabahat, gue gak mau lebih, karena gue gak ada rasa yang sama,” Semuanya menimbulkan rasa sakit. Bahkan, meski tanpa bicara pun sama.

“Kita pulang,Tif!”

“Iya, Ngga.”

“Loe yakin pulang sama Tio atau gue antar?”

“Sama Tio.”

“Oke.”

Angga gak terlalu kecewa, meski Tifa gak ngasih jawaban, bukan itu yang jadi masalahnya. Dia hanya ingin jujur saja sama sahabatnya.



“Gue pulang bareng Tio, bukan buat balikan. Gue sekarang cuma ingin focus berteman banyak, belajar, dan belum siap terikat hubungan sebagai pacar siapapun, gue pengen sendiri dulu.”

“Boleh gue pegang tangan loe, Tif? Sebagai sahabat?”

Tifa mengulukan tangannya, menaruhnya di atas meja.dan Angga menggenggamnya. Tifa tersenyum, itu cukup untuk Angga.  Setelahnya mereka berjalan bersisian ke tempat parkir menghampiri Tio.

***


Kenaikan sabuk membuat Tifa sibuk. Tifa ingin teman satu dojang-nya naik tingkat dengan nilai memuaskan. Beberapa taeguk yang diusahakan sempurna diulang setiap latihan diadakan. Seperti latihan pagi ini. Setelah selesai pemanasan, latihan difokuskan pada taeguk.

Taeguk adalah gerakan inti dari jurus-jurus dalam taekwondo. Mereka terdiri dari beberapa tingkatan.

Komentar