SENDIRI DULU (delapan puluh tiga)
BLOG NURLAELI UMAR- Liana setengah mengancam,”Aku gak mau tahu, aku
sayang sama kamu. Sampai kapan pun, aku gak mau ada orang lain yang dekat denganmu!’
“Tapi gue gak mau pacaran dulu, Li.”
“Aku tunggu sampai kamu mau.”
Semenjak itu Liana bersikap seolah
Angga adalah kekasihnya meski dia selalu menjaga jarak.Ternyata rasa itu tetap
tmbuh, bahkan meski sekarang mereka sudah melanjutkan ke sekolah yang lebih
tinggi, dan gak pernah saling dekat dalam arti yang sebenarnya.
“Dia cinta mati sama loe, Ngga, gue
bisa ngertiin kok. Tapi gak seharusnya ngelibatin gue juga. Karena, semua orang
tahu kita cuma sahabat.”
Angga menatap cewek di depannya
setelah sebelumnya kepalanya terangguk membenarkan ucapan Tifa, lalu
melanjutkan lagi. Dia gak menyangka jika semua menjadi harus melibatkan Tifa.
Terlebih ketika Angga menjadi dekat banget sama Tifa waktu hubungan Tifa dan
Tio menjauh, Liana mengirimkan pesan lewat WA: Aku gak mau Kakak dekat dengan
Tifa, akan kulakukan yang bisa kulakukan agar gadis itu menjauh!
Bahkan, ketika Angga berusaha
mengingatkan bahwa ketidakhadiran cinta di hatinya bukan karena Tifa, Liana gak
peduli. Sampai-sampai dia menjadi berubah begitu rupa, mendekati satu persatu
orang di dekat Tifa, yang bahkan gak ada sangkut- pautnya: Randi, Haris, dan
Tio.
“Gue merasa bersalah aja melibatkan
loe dalam masalah pribadi gue, Tif.”
Tifa tertawa. Tio tercengang melihat
reaksi Tifa yang diluar dugaannya.
“Kenapa loe ketawa,Tif?”
“Gak apa-apa, terimakasih atas semua
cerita loe, setidaknya gue jadi tahu runutan cerita yang gue jalanin.”
“Loe bener gak apa-apa, Tif?”
“Iya. Kita cabut yuk! Gak enak sama
Tio, dia udah nunggu dari tadi.”
“Tif, tapi ....”
“Kenapa lagi? Masih ada yang perlu
diceritain?”
“Gue bener-bener sayang sama loe.”
Komentar
Posting Komentar