Image; https://id.pinterest.com/pin/15833036183688950/
Bab 52.
BLOG NURLAELI UMAR- J turun dari roomnya
menuju parkiran. Semua baik-baik saja. Tapi, begitu masuk ke dalam mobilnya,
sebuah pemberitahuan membuat mendadak dirinya bersegera keluar dari parkiran
menuju jalan raya.
J mengemudikan mobilnya
dengan kecepatan sedang, tidak mungkin dia menambah kecepatan, karena malam ini
jalanan padat merayap. Dia sengaja mengambil tol dalam kota, bukan jalan biasa.
Dia terus memacu mobilnya dan akhirnya keluar dari tol menuju ke satu tempat.
J menepikan mobilnya di
seberang coffee shop. Suasananya biasa saja, tidak terlalu ramai, tetapi selalu
ada yang keluar masuk. J menelpon seseorang. Tidak ada banyak pembicaraan.
Orang yang tadi
berteleponan dengan J ada di dalam, karena begitu J masuk dia langsung menuju
ke satu meja dan di sana sudah ada yang duduk.
‘’Bos!’’ sapa orang itu
sambil mengangguk.
J mengangkat tangannya
meminta orang itu tidak berdiri menyambutnya.
‘’Duduk saja!’’
‘’Informasi sudah saya
kirimkan, mengapa Anda ingin menemui saya? Apakah ada kekeliruan dalam laporan
yang saya berikan?’’ tanya orang itu masgul.
‘’Tidak. Aku hanya ingin
sedikit bicara saja. Kekasihku bersamaku hampir seharian. Aku tidak bisa bicara
panjang lebar. Dia perempuan. Ini urusan laki-laki.’’
Seseorang yang J temui
mengangguk. J kemudian mengambil handphone miliknya dari dalam saku jaketnya.
Dia memeriksa satu per satu dengan teliti. Sementara laki-laki yang J temui
memanggil pramusaji. Dia memesan air putih dan beberpa kudapan.
‘’Aku bisa tambah kopi
hitam?’’ tanya J kepada laki-laki yang dia temui. Laki-laki itu mengangguk. Dia
meminta pramusaji juga menambahkan kopi hitam seperti yang J iginkan.
‘’Bos, ini daerah kita
tidak tahu kesehariannya.’’
‘’Ada kamu kalau terjadi
sesuatu denganku,’’ kata J tanpa mengangkat mukanya dari layar handphone.
Laki-laki itu tertawa.
Dia sedikit terbatuk.
‘’Sudah kutransfer uang
tambahan untuk mengobati batukmu.’’
‘’Bos, saya terbatuk,
bukan sakit batuk.’’
J mengangguk sambil
tetap sibuk dengan handphonenya. Tetapi, begitu pesanan datang dia menyudahi
menatap layar handphonenya.
‘’Kirim perintah
eksekusi atas perempuan yang meneror mobil milik kekasihku tadi pagi.’’
‘’Sekarang, Bos?’’
J mengangguk. Laki-laki
yang duduk satu meja dengan J mengangguk dan mengetikkan sesuatu di handphone
miliknya. Sebentar lagi sesuatu akan terjadi. Laki-lak itu tampak tenang,
begitu juga dengan J. Apakah orang yang menjadi target juga saat ini bisa
setenang mereka berdua? Bisa jadi iya, bisa juga sedang tertawa untuk terakhir
kalinya.
Komentar
Posting Komentar