SENDIRI DULU (delapan puluh enam)

 

Image;https://id.pinterest.com/pin/48624870972143161/

SENDIRI DULU (delapan puluh enam)

BLOG NURLAELI UMAR- “Burger, tadi pagi gue buat sendiri. Sengaja buat loe, sausnya dipisah, takut bikin sayurannya basi.”

“Baik banget, pasti ada maunya.”

“Hah?”

“Kok, hah?”

“Emang dari dulu gue baik karena ada maunya?”

“Terus yang kemarin?”

Randi menepuk dahinya, pura-pura lupa.

“Iya, gimana jawaban loe?”



Tifa terdiam, dia membuka kotak yang diberikan Randi, ada empat burger. Dia mencoba mengeluarkannya dan menikmatinya. Randi membiarkannya, sambil mencoba duduk nyaman dekat Tifa.

“Tif, tentang pernyatan kemarin, gue gak akan minta maaf. Gue juga gak akan ngedesak loe. Gue tetep mau, loe jadi Tifa yang gue kenal selama ini. Gak mau ada jarak atau loe bahkan mendadak minggat dari kehidupan gue dengan atau tanpa pesangon.”



“Kok pesangon?”

“Gue mau ngelucu tadinya. Habis di depan loe, gue gak bisa kesel atau marah lama.”

Tifa menyodorkan kotak itu ke arah Randi. Anak lelaki itu menggeleng.

“Loe gak mau ngasih jawaban?”

Tifa menggelengkan kepala sambil menatap Randi kali ini. Randi mengangguk menyetujui.

“Kemarin ….”

“Kenapa?”

“Angga juga bilang kalau dia suka sama gue.”

Tifa terdiam cukup lama menanti reaksi Randi.



Komentar