Image; https://id.pinterest.com/pin/30258628744386842/
Bab 56
BLOG NURLAELI UMAR- Banyak sekali yang datang di rumah duka. S
memang perempuan yang hebat. Bisnisnya banyak sekali. J masih belum mendapatkan
informasi mengapa S yang nota bene klien di kantor R, sampai tega melakukan
terror terhadap M.
Sebenarnya J sempat syok, meskipun tidak kenal
secara pribadi, tetapi dia cukup mengenal S, yang baik, dia bahkan sempat
berpikir jangan-jangan anak buahnya salah mengeksekusi. Tetapi, hari ini J yang
datang ke rumah duka M, sebisa mungkin bersikap biasa saja. Kepalanya berkecamuk,
tetapi mesti bersikap tenang.
Dia datang bersama M, dan sebelumnya sudah
menelpon R yang tentu saja sangat syok. Bukan perkara kliennya meninggal saja,
tetapi R sama seperti J mengenal S berperilaku baik, baik itu ketika melakukan
kerja sama , atau di pergaulan mereka. Dan, semua tahu S juga sangat tertarik
dengan R.
R datang terlambat sepuluh menit dari kedatangan
J. R datang bersama A. Tampak mereka berdua bersikap biasa saja. M yang berdiri
di sampaing J menunggu giliran melakukan penghormatan terakhir dan mengucapkan
bela sungkawa, tampak senang dengan kemunculan A. Mereka saling berpelukan.
R berpelukan sangat erat dengan J. Tampak
sekali kalau R terpukul berat, dia banyak menunduk dengan kaca mata hitamnya.
‘’J, S sudah pergi. Perempuan baik itu harus
pergi menyusul L lebih cepat dari kita.’’
‘’Iya,’’ balas J sambil menepuk-bepuk punggung
R.
‘’Dia ditembak, sama seperti L, J’’
‘’Ya, kita tunggu inverstigasi polisi saja.’’
R dan J saliang melepaskan pelukan, R
melepaskan kaca matanya, tampak mata R basah, dan mata J berkaca-kaca. R
mengeluarkan sapu tangan, yang ujungnya disulam tangan, sebuah inisial. Sapu
tangan pemberian A.
A melirik ke arah sapu tangan yang R pakai
untuk mengusap air matanya, hanya sepersekian detik saja, setelahnya matanya
langsung menghindar dengan melihat ke arah lain.
Setelah selesai semua acara penghormatan,
mereka ikut serta mengiring jenazah S sampai di pemakaman dan selesai
penguburan. A, M, J, dan R, mereka berempat ikut serta ke area pemakaman. O
juga hadir, tetapi dia lebih banyak terlihat bersama keluarga S.
Dia berlaku sebagai keluarga yang berduka. Dia
bahkan tidak menemui J dan R.R mengatakan kepada J, bahwa dia butuh waktu, dan
mengatakan kalau hari ini pertemuan dengan klien akan dimintakan kepada
sekretaris untuk di-chancel.
‘’Tidak usah.’’
‘’Tapi, aku tidak bisa menemui klien dengan
mata sembab, J.’’
‘’Aku yang akan datang. Kau pulang saja dengan
A!’’
J melihat beberapa polisi intel dan beberapa
polisi berseragam lengkap datang bersama para pengantar jenazah. J tahu benar
semua itu. Informannya bekerja dengan sangat baik untuknya. J pura-pura tidak
tahu menahu. Mereka membaur dengan para pelayat dengan memakai baju sipil.
Beberapa polisi yang terlihat di rumah S tadi
sebelum keberangakatan jenazah juga tampak sibuk. Mereka bekerja dengan baik.
Sepertinya mereka waspada dan memastikan semua yang datang adalah orang yang
aman dari tersangka. Seperti itu yang terbaca J.
J tahu orang-orangnya bekerja dengan baik.
Tetapi, dia tidak menyangka kalau S adalah target dari operasi miliknya. Orang
yang ada di belakang penembakan mobil M. J ingin memastikan ada apa sebenarnya
di belakang semua ini. Semua pasti ada alasannya.
M yang berjalan dengan baju hitam-hitam di
samping J masuk ke dalam mobil yang pintunya dibukakan J. J akhirnya duduk di
samping M di belakang kemudi, dan mereka meninggalkan area pemakaman.
M yang merasa ada sesuatu yang dipikirkan J,
sampai-sampai J terlupa dan membukakan pintu untuknya. Sesuatu yang jarang
dikerjakan J untuknya.
Komentar
Posting Komentar