PUISI 66. Hey, Babe!

 

Imahge; https://id.pinterest.com/pin/29977153763595618/

Hey, Babe!

BLOG NURLAELI UMAR- Jangan tanyaku perihal cinta, ketika aku sedang menyeruput kopi.

Rasa pahitnya hilang seketika, dan itu menyebalkan.

Kau itu kalau dadamu bergetar, ketika kau melihat kehadirannya, itu sudah cukup.

Entah itu cinta atau semacamnya, nikmati saja.

 


Aku tidak tahu perihal cinta lebih dalam.

Langkahku kandas, rasaku tidak tumbuh bahkan meski berkecambah dulu.

Aku hanya menjalani takdir, ketika ada seseorang menawarkan ingin menemaniku berjalan.

Lalu, benih itu tmbuh menjadi senyum di bayi mungil, selanjutnya kelucuan memenuhi hari-hariku.

 


Cukup jika kau tertarik dan ingin memiliki, kurasa itu sudah masuk kategori cinta.

Maksudku minimal jatuh cinta.

Karena, sekarang banyak; mereka bertemu, berjalan bersama, akhirnya berpisah di ujung jalan.

Harinya yang ceria menjadi gelap malam.

 


Aku tidak merasai apa itu laki-laki dan perempuan.

Tapi, aku bisa berjalan sampai perhentian terakhir.

Aku ke kanan, dia pergi dengan yang lain menuju arah yang jauh.

Apa itu pengkhianatan atau semacamnya?

 


Aku tidak tahu perihal cinta terlalu banyak. Ini kuulang berapa kali.

Kau hitung saja sendiri.

Kalau kau ingin dia bersamamu, kalau kau tak bisa jauh darinya dalam hitungan detik.

Kalau kau ingin dia ada, ketika kau menua dan matamu mulai rabun.



Dan, dia merasakan yang sama.

Kurasa itu sudah masuk kategori cinta.

Kejar dia! Jangan kabari aku, jika kau nanti bisa menangkapnya dan bahagia.

Tapi, jika harimu biru, aku masih ada di sini dan kau bisa bertanya lagi sementara aku menyeruput kopi.

Jakarta, Minggu pagi 270425



Komentar