SENDIRI DULU (sembilan puluh delapan)

 

SENDIRI DULU (sembilan puluh delapan)

BLOG NURLAELI UMAR- Ada Haris di rumah Liana, sebuah kejutan besar. Haris tersenyum menyambut TIfa. Kali ini kedatangan Tifa memang sangat dibutuhkan, Liana mengigau dengan menyebut namanya ketika demamnya datang.

 Orang tua Liana kebingungan, beberapa teman dekat cewek itu, lebih tepatnya teman satu gengnya tutup mulut semua. Mereka gak mungkin mengarang jika Tifa itu seseorang dengan rekam jejak buruk, karena kalau diklarifikasi mereka pasti akan mendapat malu sendiri karena sudah berbohong.

Tapi, buat bicara kalau selama ini Liana lah yang bertingkah, mereka merasa gak tega, apalagi yang orang yang dimaksud lagi berbaring sakit.

Haris adalah kemungkinan pertanyaan tentang siapa TIfa itu terjawab. Waktu dia dipanggil ke rumah lewat pesan singkat karena igauan Liana, cerita itu terbuka. Rahasia tingkah Liana terutama tentang Tifa.

Untuk menyurati atas nama Liana keTifa, Haris gak segegabah itu, dia pake tangan Tio, agar semua mulus. Meski Haris mesti menahan gejolak kesal karena peristiwa ini bikin Tifa makin dekat sama Tio!

“Masuk, Tif.”

“Loe udah di sini?”

“Iya, gue yang undang loe lewat Tio. Terimakasih udah datang.”

“Tapi, kenapa? Kenapa mesti gue dilibatin.”

“Gue cerita semua tingkah Liana sama orang tuanya. Terutama perlakuan buruknya terhadap loe. Mereka mau minta maaf sekaligus minta agar loe memaafkan. “

“Maksud loe, gue yang bikin dia sakit, Ris?”

“Tif, please jangan tersinggung begitu! Kasihan dia, mungkin dalam hatinya dia menyesal.”

“Terserah, gue datang karena diundang. Soal ini itu gue gak mau nebak, hadapi aja.”

Tio bahkan baru tahu kalau kasus Liana sudah sampai ke telinga orang tua gadis itu. Ada perasaan menyesal, mengapa dia gak ngasih respon atau empati ke Tifa. Tifa benar, dia memang gak peka!

Mereka bertiga masuk disambut orang tua Liana yang sengaja hari ini izin gak masuk kerja. Kedua orang tua Liana sudah mendiskusikan semuanya, bahkan saat demamnya turun akhirnya Liana berterus terang dengan semuanya, tentang Angga, Randi, Haris, Tio, dan tentu saja Tifa.

 

Komentar