PUISI (67). Hanya Sedang Ingin Bicara Buruk Tentangmu, Terima Kasih Sudah Pergi

 



Image; https://id.pinterest.com/pin/4925880837355555/

Hanya Sedang Ingin Bicara Buruk Tentangmu, Terima Kasih Sudah Pergi

Oleh: Nurlaeli Umar

 

BLOG NURLAELI UMAR- Ini tanggal berapa, aku lupa. Aku mesti melihat kalender sepertinya.

Setelah hari di mana kamu jatuh cinta padaku, aku lupa mengingat tanggal dan hari lagi.

Bukan karena pesonamu, atau perhatianmu, tapi lebih kepada aku lupa bagaimana bahagia.

Kau memang semenyebalkan itu.

 Mestinya, kau kutukarkan saja sebagai pembayaran segelas kopi yang kuteguk menjelang siang meninggalkan pagi.

Sayang kemarin-kemarin aku lupa ide itu.

Sungguh, seharusnya akulah pemenang seni peran pertama di dunia.

Kau melibatkanku dengan banyak drama hidupmu, yang lama-lama menjemukan.

Kau seolah ingin dipuja dan aku seolah pantas menderita karenanya.

 

Setelah sekian lama, aku tak menghitung berapa purnama, akhirnya kau berani pergi dariku.

Pergi meninggalkan kemerdekaan untukku, setelah aku berkali mencoba bebas, tapi tak pernah bisa.

Kau serupa bayangan di setiap adaku.

Benar-benar hari yang beruntung, akhirnya kau menyerah, dan semoga cepat menghilang.

 

Jangan datang lagi dengan atau tanpa alasan.

Aku tak ingin melewatkan hariku dengan segala kebosanan, kebosanana yang berjudul kamu.

Biarkan, kusesap kopi kali ini dengan bahagia.

Setidaknya sebelum aku ingat berdoa ‘semoga kau mati secepatnya biar semua sempurna’.

 




 

Komentar