Image; https://id.pinterest.com/pin/4925880837355555/
Hanya
Sedang Ingin Bicara Buruk Tentangmu, Terima Kasih Sudah Pergi
Oleh: Nurlaeli
Umar
BLOG NURLAELI UMAR- Ini tanggal
berapa, aku lupa. Aku mesti melihat kalender sepertinya.
Setelah hari
di mana kamu jatuh cinta padaku, aku lupa mengingat tanggal dan hari lagi.
Bukan
karena pesonamu, atau perhatianmu, tapi lebih kepada aku lupa bagaimana
bahagia.
Kau memang
semenyebalkan itu.
Mestinya, kau kutukarkan saja sebagai pembayaran
segelas kopi yang kuteguk menjelang siang meninggalkan pagi.
Sayang
kemarin-kemarin aku lupa ide itu.
Sungguh, seharusnya
akulah pemenang seni peran pertama di dunia.
Kau
melibatkanku dengan banyak drama hidupmu, yang lama-lama menjemukan.
Kau seolah
ingin dipuja dan aku seolah pantas menderita karenanya.
Setelah
sekian lama, aku tak menghitung berapa purnama, akhirnya kau berani pergi
dariku.
Pergi
meninggalkan kemerdekaan untukku, setelah aku berkali mencoba bebas, tapi tak
pernah bisa.
Kau serupa
bayangan di setiap adaku.
Benar-benar
hari yang beruntung, akhirnya kau menyerah, dan semoga cepat menghilang.
Jangan
datang lagi dengan atau tanpa alasan.
Aku tak
ingin melewatkan hariku dengan segala kebosanan, kebosanana yang berjudul kamu.
Biarkan,
kusesap kopi kali ini dengan bahagia.
Setidaknya
sebelum aku ingat berdoa ‘semoga kau mati secepatnya biar semua sempurna’.
Komentar
Posting Komentar