SENDIRI DULU (seratus empat)

 

Image; Pinterest

SENDIRI DULU (seratus empat)

BLOG NURLAELI UMAR- Tifa cukup puas, dia sempat memerhatikan Randi yang mengalami perkembangan pesat. Dia berdiri bareng dengan sabeum satu dojangnya, sesekali memberi komentar, sesekali terlihat tepuk tangan. Ada rona puas melihat kemajuan dari teman-teman satu dojang.


Tio berada di tempat parkir mengobrol bareng beberapa teman yang lain yang datang bukan untuk acara taekwondo, mereka membahas tentang olympiade. Angga gak terlihat di sini, tapi gak sama Haris. Dia baru datang setelah melihat beberapa peserta pulang. Dia rela menunggu untuk seorang Tifa, menunggunya sambil makan di kafetaria seberang jalan. 



Acara dilanjutkan dengan sedikit sambutan dari penyelenggara—setelah sebelumnya disela oleh acara salat dan makan bersama--sedikit permainan dan latihan bersama sebagai penutup dan penguat ikatan. Setelah itu mereka pulang, meninggalkan kampus yang kembali menjadi sepi, tepat pukul 14.05.



Tio bergegas menuju ke arah Tifa dari parkiran, lalu di belakangnya terlihat Haris, sedangkan dari ruang ganti Randi muncul. Keanehan yang ke dua untuk hari ini setelah tadi pagi.

Pecah tawa Tifa menanggapi ini semua, tiga cowok ngejemput dia. Tifa memerhatikan satu persatu wajah mereka sambil ketawa.


“Kita makan di kafetaria, ada sedikit uang dari dojang, istilah kerennya gue gajian. Kalian bertiga yang mau ikut ayo, yang mau marah silakan. Karena, kali ini gak ada yang lebih dulu dan bikin janji.”

Tio, Randi, dan Haris saling berpandangan.

“Gue pulang, Tif. Gue ‘kan udah jemput loe tadi, capek,” kata Randi sambil berjalan mendahulai mereka bertiga.


“Dasar junior resek!” kata Tifa setengah berteriak.

Dia tahu Randi mengambil sikap bijak. Tifa mengacungkan jempol memberi tanda mengiyakan. Randi gak menoleh lagi, sebentar kemudian terdengar suara raungan motornya dan dia pergi dari pelataran kampus.

“Gue dari pagi, Tif. Gue ke rumah loe tadi, lagi-lagi terlambat,” jelas Haris.

“Gue ikut,” kata Tio gak mau kalah.

Mana mungkin dia mau ngebiarin Haris berdua saja samaTifa, kesempatan ngejemput tadi pagi sudah diambil Randi dan dia menunggunya bahkan sampai detik terakhir acara hari ini.

***

Komentar