Puisi (70) Catatan di Diary Tua yang Kutemukan di Tumpukan Buku Bekas

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/354447433195582480/


Catatan di Diary Tua yang Kutemukan di Tumpukan Buku Bekas

Oleh: Nurlaeli Umar

 

BLOG NURLAELI UMAR- Kau datang ketika angin menembus menusuk tulangku, hingga gigilku terdengar pilu.

Aku tidak pernah sebegitu berani mengeluh kecuali kepadamu.

Saat itu, api di sini tidak menghangatkanku, tapi membakar kisahku.

Dan, kau menemaniku sampi pagi, sampai matahari muncul lagi setelah dia pergi menuju malam.

 


Tidak banyak cerita yang kita rangkai setelahnya, mungkin hanya beberapa saja.

Akhirnya, kau dengan kisahmu dan aku dengan hidupku.

Selalu begitu, tapi sayang ada benang merah yang membuatku selalu menunggumu, dan kau menyingkirkan betina lainnya.

Kita tidak bercinta, hanya merasa saling memiliki dan memberi.

 


Ketika akhirnya aku memilih menjauh dan pergi.

Kutinggalkan semua rasa itu di sini, di dada ini sebagai prasasti.

Aku tidak ingin menerima apa yang tidak bisa kugenggam dengan jemariku.

Kau pun pergi menemui takdirmu jauh dariku dan meninggalkanku berteman sunyi.

Ada banyak alasan yang tak bisa kuberitahu, tapi kurasa kau bisa mengerti.

Bukankah kita sudah satu hati?

 


Sepanjang perjalanan yang kutempuh. Kalau boleh jujur, aku sangat mencintaimu.

Seberapa besar? Sangat besar, sampai aku merelakanmu dimiliki oleh orang lain tanpa interupsi.

Pernahkah kau berpikir bahwa cintamu tak pernah bertepuk sebelah tangan?

Semuanya akan kubawa sampai mati, termasuk keluhku dan sunyi.

 


Jangan pernah menoleh, yang sudah jauh tak perlu kautunggu.

Sebab, hidup adalah perjalanan yang tak bisa dihentikan.

Berjalan saja, biarkan aku dan semua kenangan menjadi masa lalu.

Kau tahu, kadang kita ingin serius, tapi hidup selalu bercanda.  Bolehkah aku tertawa?

 


Komentar