Image; https://id.pinterest.com/pin/354447433195582480/
Catatan di
Diary Tua yang Kutemukan di Tumpukan Buku Bekas
Oleh: Nurlaeli Umar
BLOG NURLAELI UMAR- Kau datang
ketika angin menembus menusuk tulangku, hingga gigilku terdengar pilu.
Aku tidak
pernah sebegitu berani mengeluh kecuali kepadamu.
Saat itu,
api di sini tidak menghangatkanku, tapi membakar kisahku.
Dan, kau
menemaniku sampi pagi, sampai matahari muncul lagi setelah dia pergi menuju
malam.
Tidak banyak
cerita yang kita rangkai setelahnya, mungkin hanya beberapa saja.
Akhirnya, kau
dengan kisahmu dan aku dengan hidupku.
Selalu
begitu, tapi sayang ada benang merah yang membuatku selalu menunggumu, dan kau
menyingkirkan betina lainnya.
Kita tidak
bercinta, hanya merasa saling memiliki dan memberi.
Ketika
akhirnya aku memilih menjauh dan pergi.
Kutinggalkan
semua rasa itu di sini, di dada ini sebagai prasasti.
Aku tidak
ingin menerima apa yang tidak bisa kugenggam dengan jemariku.
Kau pun pergi
menemui takdirmu jauh dariku dan meninggalkanku berteman sunyi.
Ada banyak
alasan yang tak bisa kuberitahu, tapi kurasa kau bisa mengerti.
Bukankah
kita sudah satu hati?
Sepanjang perjalanan
yang kutempuh. Kalau boleh jujur, aku sangat mencintaimu.
Seberapa
besar? Sangat besar, sampai aku merelakanmu dimiliki oleh orang lain tanpa
interupsi.
Pernahkah
kau berpikir bahwa cintamu tak pernah bertepuk sebelah tangan?
Semuanya
akan kubawa sampai mati, termasuk keluhku dan sunyi.
Jangan
pernah menoleh, yang sudah jauh tak perlu kautunggu.
Sebab,
hidup adalah perjalanan yang tak bisa dihentikan.
Berjalan
saja, biarkan aku dan semua kenangan menjadi masa lalu.
Kau tahu,
kadang kita ingin serius, tapi hidup selalu bercanda. Bolehkah aku tertawa?
Komentar
Posting Komentar