SENDIRI DULU (Seratus Delapan)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/27514247718063754/

SENDIRI DULU (Seratus Delapan)

BLOG NURLAELI UMAR- “Boleh gue tanya?” akhirnya Tifa buka mulut.

“Tanya aja, apa yang ingin loe tahu, gue akan jawab sebisa gue.”

“Sejak kapan loe suka sama gue?”


“Sejak lama, sejak Randi suka bercerita tetang loe, dan diam-diam gue suka merhatiin loe dari jauh saat loe pulang sekolah.”

“Lalu photo itu? Loe yang punya inisiatif?”

“Bukan, gue mana ada nyali buat ngembat loe, kenal aja belum. Photo itu kebetulan Randi yang minta.”


“Semua salah gue, Randi suka bercerita banyak tentang loe, sementara gue lagi putus sama Tio. Mungkin Randi pikir gue tertarik sama loe.”

“Jadi loe gak punya rasa apa-apa waktu lihat photo yang gue kasih ke Randi?”

Tifa menggelengkan kepala. Mukanya diangkat untuk membaca reaksi di wajah Haris. Gak ada, selain kecewa.


“Masih boleh tanya lagi?”

Dan Haris mengangguk, dia menyeruput teh manis hangatnya yang mendingin.

“Loe punya rasa sama Liana?”

“Kenapa?”



 

Komentar