Image; https://id.pinterest.com/pin/2111131072769447/
Kepada Calon Mantan Aku Tidak Sabar Menunggu Besok
BLOG NURLAELI UMAR- Banyak hal yang perlu kita perbincangkan sebenarnya.
Sambil menunggu matahari benar-benar tenggelam, dan kau
hilang ditelan malam.
Secangkir kopi mungkin bisa kausesap sebagai
pelengkap.
Soal pembayarannya, aku yang traktir, tenang saja, aku
sedang banyak uang.
Tidak masalah mengeluarkan sedikit uang, anggap saja
buang sial.
Besok jangan lupa, aku menunggumu seperti biasa di
tempat kita berkencan.
Café pinggir danau, table ke sembilan.
Aku mungkin akan datang lebih awal, atau sedikit terlambat,
tergantung moodku.
Tapi, kupastikan datang, kuharap kau datang tepat
waktu agar aku tak menunggu.
Yang ini tergantung nyalimu, masih tersisa atau sudah
habis terbuang masa.
Aku tidak tahu, apa aku bisa memanggilmu kekasih atau
mantan, sedangkan perpisahan itu baru terjadi besok,
Seperti katamu, kau akan menghilang, dan aku akan
menunggu sampai kau benar-benar tak terihat bayangannya.
Ini lucu, bukan? Kita yang bertemu baik-baik, akan
menyelesaikannya dengan baik-abaik agar terlihat berkelas dan dewasa.
Kau bermain api, dan kau terbakar sendiri, lalu
sekarang mesti pergi.
Haruskah setelah semuanya hatiku kukunci?
Malam kali ini sudah datang, besok di saat seperti ini
kamu akan menghilang.
Aku mereka-reka, bagaimana wajahmu besok kau
tunjukkan.
Apa kau masih terlihat tampan, atau kau justru angkuh sama
sekali tidak menunjukkan penyesalaan.
Tapi, itu semua tidak penting. Yang terpenting adalah,
sepuluh tahun setelah besok malam, jangan sampai kau menunjukkan mukamu
mengharap bantuan.
Karena, aku mungkin akan bahagia, dan tertawa melihat
bagaiman kau menikmati semua karma, tanpa sisa.
(Aku tiba-tiba merasa menjadi jahat, meskipun akulah
korbannya).
Tiba-tiba mampir di sini__________________
BalasHapus