Puisi 71. Kepada Calon Mantan Aku Tidak Sabar Menunggu Besok

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/2111131072769447/

Kepada Calon Mantan Aku Tidak Sabar Menunggu Besok

 

BLOG NURLAELI UMAR- Banyak hal yang perlu kita perbincangkan sebenarnya.

Sambil menunggu matahari benar-benar tenggelam, dan kau hilang ditelan malam.

Secangkir kopi mungkin bisa kausesap sebagai pelengkap.

Soal pembayarannya, aku yang traktir, tenang saja, aku sedang banyak uang.

Tidak masalah mengeluarkan sedikit uang, anggap saja buang sial.

 


Besok jangan lupa, aku menunggumu seperti biasa di tempat kita berkencan.

Café pinggir danau, table ke sembilan.

Aku mungkin akan datang lebih awal, atau sedikit terlambat, tergantung moodku.

Tapi, kupastikan datang, kuharap kau datang tepat waktu agar aku tak menunggu.

Yang ini tergantung nyalimu, masih tersisa atau sudah habis terbuang masa.

 


Aku tidak tahu, apa aku bisa memanggilmu kekasih atau mantan, sedangkan perpisahan itu baru terjadi besok,

Seperti katamu, kau akan menghilang, dan aku akan menunggu sampai kau benar-benar tak terihat bayangannya.

Ini lucu, bukan? Kita yang bertemu baik-baik, akan menyelesaikannya dengan baik-abaik agar terlihat berkelas dan dewasa.

Kau bermain api, dan kau terbakar sendiri, lalu sekarang mesti pergi.

Haruskah setelah semuanya hatiku kukunci?

 


Malam kali ini sudah datang, besok di saat seperti ini kamu akan menghilang.

Aku mereka-reka, bagaimana wajahmu besok kau tunjukkan.

Apa kau masih terlihat tampan, atau kau justru angkuh sama sekali tidak menunjukkan penyesalaan.

Tapi, itu semua tidak penting. Yang terpenting adalah, sepuluh tahun setelah besok malam, jangan sampai kau menunjukkan mukamu mengharap bantuan.

Karena, aku mungkin akan bahagia, dan tertawa melihat bagaiman kau menikmati semua karma, tanpa sisa.

(Aku tiba-tiba merasa menjadi jahat, meskipun akulah korbannya).



Komentar

Posting Komentar