Benarkah Duyung Itu Ada?
Image; https://id.pinterest.com/pin/13651605114708973/
BLOG NURLAELI
UMAR- Pernah melihat bentukan ikan duyung? Bagi penggemar cerita anak-anak
pasti pernah mendengar kata duyung atau ikan duyung. Perempuan dengan tubuh
bagian atas yang cantik, sementara dari pinggang ke bawang berupa badan ikan,
Duyung adalah perempauan berekor ikan.
Duyung itu awalnya manusia berjenis kelamin perempuan yang
berubah menjadi manusia berekor ikan dan hidup di dalam air. Cerita ini
ternyata sudah dikenal sejak 1000 SM, tepatnya di Asyur yang sekarang lebih
dikena sebagi Irak.
Konon, Dewi Atargatis, seorang dewi mitologi orang Het
jatuh cinta kepada seorang penggembala yang tanpa sengaja akhirnya terbunuh
olehnya. Karena menyesal, dia melemparkan diri ke sungai berharap menjadi ikan,
kemudian dia mengambil ikan dan menggabungkan badannya dengan ikan tersebut.
Lain lagi halnya duyung yang dipercayai di China, duyung yang
perempuan setengah ikan itu dipercaya bisa membawa keberuntungan, apalagi air matanya
diyakini bisa berubah menjadi mutiara yang mahal harganya. Cerita
ini juga dipentaskan di drama sinetro. Hal itu menyebabkan duyung diburu.
Bagiaman
kalau di Jepang?
Di Jepang, daging
duyung jika dikonsumsi dipercaya akan memberikan keabadian. Di Jepang duyung tidak
boleh diburu, karena memburuu duyung akan membawa nasib buruk. Jika ada duyung
terdampar di pantai berarti akan ada marabahaya menimpa. Pertanyaannya adalah
lalu bagaimana cara mereka yang ingin keabadian bisa memakan daging duyung,
sementara tidak boleh diburu, sedangkan kalau terdampar akan membawa bencana?
Sedangkan bagi masyarakat Inggris, duyung dipercaya
sebagai makhluk setengah perempuan dan setengah ikan yang cantik
dan menggoda. Mereka itu akan merayu pelaut membawanya
menyelam ke dasar laut dan akhirnya meninggal. Jadi, kalau suatu saat ketika berlayar muncul sosok duyung
di tengah laut,
diartikan akan ada bahaya yang akan datang. Sayangnya
menurut cerita, ketika duyung muncul, selalu saja ada awak kapal yang tergoda
kecantikannya.
Bahkan, ada
masyarakat yang mempercayai boleh menikah dengan duyung, karena mereka itu
tetap perempuan, meski setengah ikan, asalkan tidak mempunyai anak saja.
Kepercyaan yang lain adalah duyung bisa mengubah ekornya menjadi kaki ketika
naik ke darat dan air dari badannya kering. Mitos
itu masih ada yang percaya, meski sebagian menolaknya dan hanya mengaggap hanya
bualan semata tanpa fakta.
Kita mengenal
ikan duyung itu sekarang sebagai sebutan untuk ikan dugong. Jangan
berpikir dugong itu
secantik puteri,
dia lebih mirip sapi tapi hidupnya di air dan mempunyai ekor bukan kaki. Sayang
sekali. Atau sebenarnya kamu pun masih berpikir duyung yang setengah perempuan
itu masih ada di laut bebas? Dia bukan dugong, tapi benar-benar perempuan
cantik yang berekor ikan?
Penulis;
Nurul Zahra
Sumber;
berbagai sumber.
Komentar
Posting Komentar